PENGERTIAN
MANAJEMEN STRATEGI
Memahami manajemen strategi dapat dilakukan dengan mengartkan unsur
kata yang membentuknya, yaitu management dan strategic. Manajemen
secara sederhana dapat diartikan sebagai serangkaian proses yang terdiri atas
perencanaan (planning), pengorganisasian (orgnizing), pelaksanaan
(actuating), dan pengawasan (controlling). Planning,
organizing, actuating, controlling, merujuk pada fungsi-fungsi dalam
manajemen.
Adapun kata strategic berasal dari bahasa Yunani strategos atau strategeus.
Strategos berarti jendral, namun dalam Yunani Kuno sering berarti perwira
Negara (state officer) dengan fungsi yang luas. (Salusu, 2003: 85).
Pendapat yang lain mendefinisikan strategi sebagai kerangka kerja (framework),
teknik, dan rencana yang bersifat spesifik atau khusus. (Robin, 2000: xv)
Kata strategik juga sering digunakan dalam dunia militer, yaitu
dalam mengahadapi situasi peperangan. Seorang komandan dalam menghadapi musuh
bertanggung jawab terhadap cara dan taktik yang digunakan untuk memenangkat
peperangan. Tanggung jawab atau tugas tersebut sangat penting, dalam arti
sangat strategis bagi pencapaian kemenangan sebagai tujuan peperangan. Oleh
karena itu, jika keliru dalam memilih, mengatur, dan menentukan teknik sebagai
strategi peperangan, maka nyawa prajurit akan menjadi taruhanya dan akhirnya
akan berujung pada kekalahan perang. Dengan demikian, yang dimaksud dengan
strategi dalam peperangan adalah pengaturan cara untuk memenangkan peperangan.
Selain itu, secara lebih bebas perkataan “strategi sebagai teknik dan taktik”
dapat diartikan sebagai “kiat” seorang komandan untuk memenangkan pertempuran
yang menjadi tujuan utama dalam peperangan. (Akdon, 2007:3)
Manajemen strategic dengan demikian dapat diartikan sebagai
serangkaian keputusan dan tindakan manajemen (planning.organizing,actuating,controlling)
yang diinplementasikan oleh seluruh komponen organisasi dalam rangka pencapaian
tujuan organisasi yang diinginkan. Dalam manajemen strategi, setidaknya
mencakup tiga hal yaitu pembuatan strategi (strategy formulating),
penerapan strategi (strategy implementing), dan evaluasi/control
strategi (strategy evaluating). Dari hal ini, manajemen strategi juga
sering diartikan sebagai ilmu dan kiat tentang perumusan strategi penerapan dan
evaluasi terhadap keputusan-keputusan strategi antar fungsi manajemen yang
memungkinkan organisasi mencapai tujuan-tujuan masa depan secara efektif dan
efisien.
Hadari Nawawi secara panjang
menjelaskan tentang manajemen strategi. (Nawawi, 2005: 148-149). Menurutnya,
manajemen strategi dapat diartikan dalam empat pengertian. Pertama, manajemen
strategi adalah proses atau rangkaian kegiatan pengambilan keputusan yang
bersifat mendasar dan menyeluruh, disertai penetapan cara melaksanakanya, yang
dibuat oleh manajemen puncak dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran di
dalam suatu organisasi, untuk mencapai tujuan.
Kedua, manajemen
strategi adalah usaha manajerial menumbuhkembangkan kekuatan organisasi untuk
mengeksploitasi peluang yang muncul guna mencapai tujuan nya yang telah ditetapkan sesuai dengan misi yang
telah ditentukan.
Ketiga, manajemen
starategi adalah arus keputusan dan tindakan yang mengarah pada pengembangan
strategi yang efektif untuk membantu mencapai tujuan organinsasi.
Keempat, manajemen
strategi adalah perencanaan berskala besar (disebut perencanaan strategi) yang
berorientasi pada jangkauan masa depan yang jauh (disebut visi), dan ditetapkan
sebagai keputusan manajemen puncak (keputusan yang bersifat mendasar dan
prinsiple), agar memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif (disebut
misi), dalam usaha menghasilkan sesuatu (perencanaan oprasional) yang
berkualitas, dengan diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan (disebut
tujuan strategi) dan berbagai sasaran (tujuan operasional) organisasi.”
Pengertian tersebut menunjukan bahwa manajemen strategi merupakan
suatu sistem, satu kesatuan yang memiliki berbagai komponen yang saling
berhubungan dan saling mempengaruhi, dan bergerak secara serentak ke arah
tujuan yang sama. Komponen-komponen tersebut, yaitu: pertama, perencanaan
strategi dengan unsur-unsurnya yang terdiri dari visi, misi, tujuan strategi
organisasi. Kedua, perencanaan oprasional dengan unsur-unsurnya adalah sasaran
atau tujuan oprasional, pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen berupa fungsi pengorganisasian, fungi
pelaksanaan, dan fungsi penganggaran, kebijaksanaan situasional, jaringan kerja
internal dan eksternal, fungsi kontrol
dan evaluasi serta umpan balik.
Willam
P.Antholey berpendapat bahwa strategi merupakan, The formulation of
organizational mission, goal and objrctives, as well as action plans for
achievement, that axplicitly recognize the competition and the impact of outside environment forces.” Lebih
jauh ia mengemukakan bahwa, “A strategy is away of doing something. It is a
game plan for action, it usually includes the formulation of a goal and set of
actin plans of accomplishment. It implies consideration of the competitive
forces at work in managing an organization actions.”
Definisi ini menunjukan bahwa strategi merupakan sarana yang di
gunakan organisasi untuk mencapai
tujuan. Strategi adalah rencana yang di satukan sehingga mengikat semua bagian
dalam organisasi. Strategi bersifat menyeluruh meliputi semua aspek-aspek
kegiatan organisasi yang harus dilaksanakan secara terpadu dalam arti ada
keserasian (sinergi) antara satu dengan yang lain. Pelembagaan strategi secara
sistematis adalah melalui manajemen sehingga muncullah konsep manajemen
strategi.
Alan J Rowe (1990:vii) berpendapat bahwa pendekatan atau pandangan terhadap
manajemen strategik berkembang dalam tiga tahap, yaitu: “(1) strategic
planning, a formal document; (2) strategic management, managing a change
process, and (3) strategic thinking, a continuous timely basis for assessing
needs, setting goal, and achieving required change.” Lebih lanjut, ia
menjelaskan bahwa”… strategic management went beyond the strategic planning,
process to inter-corporate management and organizational consideration in order
to formulate goals and objectives and to determine requirements for change and
implementations.”
Berdasarkan uraian mengenai beberapa pengetian dan pendapat
tersebut di atas dapat di mengerti bahwa manajemen strategik merupakan seni dan
sekaligus ilmu (art and science) untuk merumuskan, mengimplementasikan
dan mengevaluasi keputusan lintas fungsional yang mendorong organisasi mampu
mencapai tujuannya, berorientasi ke masa depan agar organisasi mampu
berinteraksi dengan berbagai kondisi dan perubahan yang ada.











