This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 04 November 2017

makalah

DOWNLOAD DISINI DASAR - DASAR MANAJEMEN

Sabtu, 21 Oktober 2017

PENGERTIAN MANAJEMEN  STRATEGI

Memahami manajemen strategi dapat dilakukan dengan mengartkan unsur kata yang membentuknya, yaitu management dan strategic. Manajemen secara sederhana dapat diartikan sebagai serangkaian proses yang terdiri atas perencanaan (planning), pengorganisasian (orgnizing), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling). Planning, organizing, actuating, controlling, merujuk pada fungsi-fungsi dalam manajemen.
Adapun kata strategic berasal dari bahasa Yunani  strategos atau strategeus. Strategos berarti jendral, namun dalam Yunani Kuno sering berarti perwira Negara (state officer) dengan fungsi yang luas. (Salusu, 2003: 85). Pendapat yang lain mendefinisikan strategi sebagai kerangka kerja (framework), teknik, dan rencana yang bersifat spesifik atau khusus. (Robin, 2000: xv)
Kata strategik juga sering digunakan dalam dunia militer, yaitu dalam mengahadapi situasi peperangan. Seorang komandan dalam menghadapi musuh bertanggung jawab terhadap cara dan taktik yang digunakan untuk memenangkat peperangan. Tanggung jawab atau tugas tersebut sangat penting, dalam arti sangat strategis bagi pencapaian kemenangan sebagai tujuan peperangan. Oleh karena itu, jika keliru dalam memilih, mengatur, dan menentukan teknik sebagai strategi peperangan, maka nyawa prajurit akan menjadi taruhanya dan akhirnya akan berujung pada kekalahan perang. Dengan demikian, yang dimaksud dengan strategi dalam peperangan adalah pengaturan cara untuk memenangkan peperangan. Selain itu, secara lebih bebas perkataan “strategi sebagai teknik dan taktik” dapat diartikan sebagai “kiat” seorang komandan untuk memenangkan pertempuran yang menjadi tujuan utama dalam peperangan. (Akdon, 2007:3)
Manajemen strategic dengan demikian dapat diartikan sebagai serangkaian keputusan dan tindakan manajemen (planning.organizing,actuating,controlling) yang diinplementasikan oleh seluruh komponen organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi yang diinginkan. Dalam manajemen strategi, setidaknya mencakup tiga hal yaitu pembuatan strategi (strategy formulating), penerapan strategi (strategy implementing), dan evaluasi/control strategi (strategy evaluating). Dari hal ini, manajemen strategi juga sering diartikan sebagai ilmu dan kiat tentang perumusan strategi penerapan dan evaluasi terhadap keputusan-keputusan strategi antar fungsi manajemen yang memungkinkan organisasi mencapai tujuan-tujuan masa depan secara efektif dan efisien.
 Hadari Nawawi secara panjang menjelaskan tentang manajemen strategi. (Nawawi, 2005: 148-149). Menurutnya, manajemen strategi dapat diartikan dalam empat pengertian. Pertama, manajemen strategi adalah proses atau rangkaian kegiatan pengambilan keputusan yang bersifat mendasar dan menyeluruh, disertai penetapan cara melaksanakanya, yang dibuat oleh manajemen puncak dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran di dalam suatu organisasi, untuk mencapai tujuan.
Kedua, manajemen strategi adalah usaha manajerial menumbuhkembangkan kekuatan organisasi untuk mengeksploitasi peluang yang muncul guna mencapai tujuan nya  yang telah ditetapkan sesuai dengan misi yang telah ditentukan.
Ketiga, manajemen starategi adalah arus keputusan dan tindakan yang mengarah pada pengembangan strategi yang efektif untuk membantu mencapai tujuan organinsasi.
Keempat, manajemen strategi adalah perencanaan berskala besar (disebut perencanaan strategi) yang berorientasi pada jangkauan masa depan yang jauh (disebut visi), dan ditetapkan sebagai keputusan manajemen puncak (keputusan yang bersifat mendasar dan prinsiple), agar memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif (disebut misi), dalam usaha menghasilkan sesuatu (perencanaan oprasional) yang berkualitas, dengan diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan (disebut tujuan strategi) dan berbagai sasaran (tujuan operasional) organisasi.”
Pengertian tersebut menunjukan bahwa manajemen strategi merupakan suatu sistem, satu kesatuan yang memiliki berbagai komponen yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi, dan bergerak secara serentak ke arah tujuan yang sama. Komponen-komponen tersebut, yaitu: pertama, perencanaan strategi dengan unsur-unsurnya yang terdiri dari visi, misi, tujuan strategi organisasi. Kedua, perencanaan oprasional dengan unsur-unsurnya adalah sasaran atau tujuan oprasional, pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen  berupa fungsi pengorganisasian, fungi pelaksanaan, dan fungsi penganggaran, kebijaksanaan situasional, jaringan kerja internal  dan eksternal, fungsi kontrol dan evaluasi serta umpan balik. 

                                                                                                                     
      Willam P.Antholey berpendapat bahwa strategi merupakan, The formulation of organizational mission, goal and objrctives, as well as action plans for achievement, that axplicitly recognize the competition and the impact  of outside environment forces.” Lebih jauh ia mengemukakan bahwa, “A strategy is away of doing something. It is a game plan for action, it usually includes the formulation of a goal and set of actin plans of accomplishment. It implies consideration of the competitive forces at work in managing an organization actions.”
Definisi ini menunjukan bahwa strategi merupakan sarana yang di gunakan organisasi  untuk mencapai tujuan. Strategi adalah rencana yang di satukan sehingga mengikat semua bagian dalam organisasi. Strategi bersifat menyeluruh meliputi semua aspek-aspek kegiatan organisasi yang harus dilaksanakan secara terpadu dalam arti ada keserasian (sinergi) antara satu dengan yang lain. Pelembagaan strategi secara sistematis adalah melalui manajemen sehingga muncullah konsep manajemen strategi.
Alan J Rowe (1990:vii) berpendapat bahwa pendekatan atau pandangan terhadap manajemen strategik berkembang dalam tiga tahap, yaitu: “(1) strategic planning, a formal document; (2) strategic management, managing a change process, and (3) strategic thinking, a continuous timely basis for assessing needs, setting goal, and achieving required change.” Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa”… strategic management went beyond the strategic planning, process to inter-corporate management and organizational consideration in order to formulate goals and objectives and to determine requirements for change and implementations.”

Berdasarkan uraian mengenai beberapa pengetian dan pendapat tersebut di atas dapat di mengerti bahwa manajemen strategik merupakan seni dan sekaligus ilmu (art and science) untuk merumuskan, mengimplementasikan dan mengevaluasi keputusan lintas fungsional yang mendorong organisasi mampu mencapai tujuannya, berorientasi ke masa depan agar organisasi mampu berinteraksi dengan berbagai kondisi dan perubahan yang ada. 

Minggu, 08 Oktober 2017

MANAJEMEN STRATEGIK DALAM PENDIDIKAN

MANAJEMEN STRATEGIK DALAM PENDIDIKAN
Penerapan manajemen strategi dalam organisasi pendidikan sesungguhnya merupakan paradigma baru dalam perencanaan pendidikan. Sebab sebelumnya organisasi pendidikan dipahami sebagai organisasi nonprofit yang didasarkan pada nilai dan falsafah pengabdian dan kemanusiaan, sehingga dalam pengelola dan perencanaannya organisasi pendidikan terlihat “asing” dan menjaga jarak dengan strategi manajemen yang di gunakan oleh organisasi-organisasi profit yang berorientasi bisnis dan mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Lebih-lebih dalam organisasi pendidikan terikat dan diatur dengan manajemen yang dikendalikan oleh pemerintah pusat dan daerah, yang secara berencana dan sistematis telah menetapkan berbagai peraturan yang mengikat dan memilih dan mengimplementasikan manjemennya.
Meskipun demikian, didasari bahwa penentuan manajemen strategi dalam organisasi pendidikan sangat dibutuhkan, sebab manajemen strategik memiliki banyak manfaat diantaranya:
1.      Manajemen strategi memberikan penekanan pada analisis internal eksternal organisasi dalam merumuskan dan mengimplementasikan rencana organisasi.
2.      Manajemen strategi memberikan sekumpulan keputusan dan tindakan strategi untuk mencapai sarana-sarana organisasi.

3.      Manajemen strategi merupakan puncak penyempurnaan paling penting dalam proses manajemen yang terjadi sejak 1970-an, yaitu ketika model “perencanaan jangka panjang” (long range planing), “perencanaan, pemprograman, peranggaran”, atau “anggaran dan kontrol keuangan” (budgeting and financial controlling), dan “kebijakan bisnis” diramu menjadi satu.

Dalam dunia pendidikan dibutuhkan yang dinamakan kurikulum yang membantu dalam mencapai tujuan pendidikan Nasional. Berbagai jenis dalam pen...